ARTIKEL

Sinopsis Novel Perempuan Di Titik Nol (Nawal El Saadawi 2002)

Sinopsis Novel Perempuan Di Titik Nol
Sinopsis Novel Perempuan Di Titik Nol (Nawal El Saadawi 2002)

Mediamafy.com, Sinopsis Novel Perempuan Di Titik Nol (Nawal El Saadawi 2002) – Novel ini menceritakan seorang perempuan Mesir bernama Firdaus. Firdaus adalah seorang pelacur kelas atas yang divonis hukuman mati akibat membunuh seorang germo atau calo pria. Beberapa orang yang menyadari pembunuhan yang dilakukan Firdaus semata mata untuk melindungi diri, mereka mengusahakan grasi untuknya. DOWNLOAD E BOOK NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL

Namun, di luar dugaan Firdaus justru menolaknya dan mengatakan bahwa hukuman mati adalah bentuk kebebasan tertinggi. Di antara waktu-waktu hukuman matinya, Firdaus menolak ditemui atau interaksi dari dunia luar.

Sinopsis Novel Perempuan Di Titik Nol (Nawal El Saadawi 2002)

Novel ini terinspirasi dari riset yang dilakukan oleh Nawal El-Saadawi tentang penyakit saraf di kalangan perempuan Mesir. Lewat novel ini pula Nawal seperti mencoba menggambarkan pelik nya kehidupan perempuan Mesir dari tahun 1970-1980 melalui sosok Firdaus. Kenapa saya sebut pelik? Pada saat itu, perempuan sering kali menjadi objek kekerasan dan pelecehan atas kaum laki-laki seolah menjadi hal yang wajar di kalangan masyarakat Mesir.

Sejak kecil Firdaus sering menjadi sasaran pelecehan seksual dari teman-teman dan pamannya yang seorang Syeikh- bahkan ketika menikah Firdaus acap kali memukulinya tanpa alasan yang jelas.

“Betapapun juga suksesnya seorang pelacur, dia tidak pernah dapat mengenal semua lelaki. Akan tetapi semua lelaki yang saya kenal, tiap orang di antara mereka telah mengobarkan dalam diri saya hanya satu hasrat saja; untuk mengangkat tangan saya dan menghantamkannya ke muka mereka.” (Nawal El Saadawi 2002, h. 149)

Kutipan diatas merupakan sepenggal dialog yang terdapat pada novel Perempuan di Titik Nol yang ditulis Nawal El Saadawi. Novel ini mengisahkan sisi gelap yang dihadapi perempuan-perempuan Mesir di tengah kebudayaan Arab yang kental dengan nilai-nilai patriarki. Ketika perempuan masih mengalami ketimpangan hak dan tidak tidak pernah mendapatkan hak yang sama seperti yang didapatkan laki-laki.

Seperti halnya bangsa Arab, budaya patriarki menjadi salah satu dasar perdebatan akan kedudukan perempuan dalam masyarakat dan masih menuai konflik. Mengenai hak-hak perempuan yang kurang terjamin, kebebasan dalam dunia politik, serta kungkungan hierarkis suami membuat perempuan terbelakang dalam segala kesempatan, mengalami diskriminasi, kekerasan, serta kemiskinan.

Negeri Arab yang dikenal dengan kondisi perempuan yang amat terbelakang menghadirkan sejuta cerita mengenai perempuan korban budaya patriarki. Nawal El Saadawi seorang doktor berkebangsaan Mesir menghadirkan sebuah novel yang menunjukkan perjuangan perempuan Mesir untuk merebut kedudukan dan hak-hak yang sama dan untuk mendapatkan perubahan nilai dan sikap laki-laki Mesir terhadap perempuan yang sepenuhnya belum tercapai.

Nawal menguak sebuah alur cerita yang sangat pedas, keras, dan berani yang mengandung jeritan pedih, protes terhadap perlakuan tidak adil terhadap perempuan yang diderita, dirasakan, dan dilihat oleh perempuan itu sendiri. Perempuan di Titik Nol merupakan novel yang menghadirkan figur perempuan yang mengalami ketidakadilan dalam budaya patriarki. Ia adalah seorang perempuan yang diciptakan oleh masyarakat yang sangat laki-laki menjadi makhluk kelas kedua yang berarti inferior.

Dengan susah payah ia kembali mencari kerja dengan mengandalkan ijazah SMA-nya. Akhirnya ia pun mendapat pekerjaan di sebuah kantor sebuah industri besar. Meski gaji yang didapatkan Firdaus sangat kecil daripada profesinya sebagai pelacur, ia menikmatinya. Ia lebih memiliki harga diri sebagai wanita dan tidak mudah didekati para lelaki di kantornya.

Hingga pada suatu ketika, ia bertemu dengan Ibrahim—sosok yang membuat hati Firdaus luluh. Ibrahim adalah lelaki yang dianggap Firdaus “revolusioner”, dan mampu membuat perasaan citanya tumbuh. Namun cinta Firdaus kandas di tengah jalan karena Ibrahim ternyata dijodohkan dengan anak perempuan dari direktur perusahaan.

Mengalami patah hati, Firdaus pun meninggalkan kantor dan ia kembali menjadi seorang pelacur lagi. Ia masuk ke dunia pelacuran hingga pada suatu ketika ada seorang germo yang bernama Marzouk yang berdalih ingin melindungi Firdaus dari kejaran germo-germo lainnya. Tapi Firdaus menolak. Ia ingin sepenuhnya bebas menjadi seorang pelacur tanpa diatur oleh orang lain. Kemudian terjadi pertengkaran hebat yang berujung pada kematian Marzouk karena tertusuk sebilah pisau oleh Firdaus.

Pada akhir kisah, Firdaus mendekam di bui. Ia diminta untuk mengirim surat permohonan kepada raja agar mendapatkan keringanan hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup. Namun Firdaus menolaknya. Ia lebih baik mati karena hal itu lebih terhormat.

Posting terkait
ARTIKELNEWS

Tren Pemasaran Influencer Di Tahun 2022

Pemasaran Influencer Mediamafy.com, Tren Pemasaran Influencer Di Tahun 2022 – Setelah…
Baca lebih lajut
ARTIKEL

Contoh Surat Permohonan Bibit Yang Baik Dan Benar Tahun 2022

Contoh Surat Permohonan Bibit Mediamafy.com, Contoh Surat Permohonan Bibit Yang Baik Dan Benar…
Baca lebih lajut
ARTIKEL

Ibu Wajib Tau, Akibat Anak Kecanduan Hp !!

Ibu Wajib Tau, Akibat Anak Kecanduan Hp !! Mediamafy.com– Ibu Wajib Tau, Akibat Anak…
Baca lebih lajut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.