7 Karya Terbaik Pramoedya Ananta Toer

Download
Download is available until [expire_date]
  • Version
  • Download 0
  • File Size 16 MB
  • File Count 1
  • Create Date Agustus 11, 2021
  • Last Updated Agustus 11, 2021

7 Karya Terbaik Pramoedya Ananta Toer

Karya Terbaik Pramoedya Ananta Toer

Mediamafy.com, 7 Karya Terbaik Pramoedya Ananta Toer - Pramoedya Ananta Toer Lewat karyanya yang fenomenal yakni Tetralogi Pulau Buru, ia menghasilkan empat novel yang membahas roman sejarah Indonesia pra kemerdekaan, salah satunya Bumi Manusia yang kini diadaptasi menjadi film oleh sutradara Hanung Bramantyo.

Pram terpilih sebagai salah seorang penerima Freedom to Write Award yang diadakan PEN America Center. Tapi saat penghargaan itu akan diberikan pada 27 April 1988, Pram tak dapat hadir. Pada 19 Juli 1995, Yayasan Penghargaan Ramon Magsaysay menetapkannya sebagai orang ke-10 Indonesia yang pantas menerima Ramon Magsaysay Award.

Pramoedya Ananta Toer Selama 81 tahun Pram hidup, ia telah menghasilkan banyak sekali karya sastra. Sudah terdapat 50 karya sastra berupa novel dan terbit dalam 41 bahasa di dunia. Selain itu, novel-novel Pram menjadi bahan ajar wajib beberapa sekolah dan universitas luar negeri.

Karya-karya Pram didasari atas persoalan-persoalan yang terjadi pada masa pra kemerdekaan, terutama penindasan dan perbudakan kepada pribumi. Walaupun sempat ditahan di Pulau Buru, Pram tidak menghentikan kegiatan menulisnya. 7 Karya Terbaik Pramoedya Ananta Toer

Pram menunjukkan perlawanannya terhadap pemerintah kolonial. Tulisan Pram juga telah banyak diulas di website review buku, Goodreads.

Berikut 7 Karya Terbaik Pramoedya Ananta Toer

Bumi Manusia

Jilid pertama dari Tetralogi Pulau Buru adalah Bumi Manusia. Buku yang berlatar awal abad ke-19 dan abad ke-20 ini menceritakan seorang pemuda Jawa keturunan ningrat bernama Minke.

Minke bukanlah nama yang sebenarnya, tapi berasal dari kata monkey (monyet) yang digunakan untuk panggilan si tokoh utama yang diberikan oleh gurunya. Tokoh Minke merupakan anak seorang bupati yang bersekolah di Hogere Burger School (H.B.S) Surabaya. Konon Surabaya memiliki anggapan bahwa kegiatan menulis menjadi suatu hal yang penting.

Minke dikenal sebagai putra pribumi yang cerdas dan pandai menulis, yang kemudian karyanya dipublikasikan di koran. Bumi Manusia menggambarkan karakter Minke sebagai pemuda yang revolusioner kerap menantang ketidakadilan terhadap bangsanya. Bumi Manusia juga menjadi roman pertama yang akan difilmkan di layar lebar Indonesia yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Pram dalam tetralogi pertamanya, menggambarkan betapa terpuruknya kondisi pribumi dalam hegemoni kolonial. Adanya penindasan semena-mena, pergundikan, dan munculnya strata sosial menempatkan pribumi di kelas paling rendah. Kondisi seperti itu membuat Minke melakukan perlawanan dengan membuat tulisan-tulisan di surat kabar.

Gadis Pantai

Dalam novel ini, Pram menceritakan seorang perempuan berusia 14 tahun yang disebut Gadis Pantai 'GP'. Gadis Pantai berasal dari kampung nelayan di pesisir utara Jawa Tengah, Kabupaten Rembang.

Novel ini mengisahkan tentang feodalisme dalam masyarakat Jawa yang dilakukan oleh golongan priyayi. Gadis Pantai ditokohkan sebagai gadis yang memiliki paras manis dengan warna kulit kuning langsat, tubuhnya mungil, serta bermata agak sipit.

Suatu hari, seorang utusan dari kota Jawa mendatangi Gadis Pantai dan berniat untuk menikahinya. Namanya Bendoro, seorang lelaki yang menyuruh utusannya untuk mewakilkan pernikahannya dengan Gadis Pantai hanya dengan sebuah keris. Setelah menjadi istri Bendoro, Gadis Pantai menyandang gelar Mas Nganten.

Mas Nganten merupakan sebutan untuk seorang perempuan yang menjadi budak seks para priyayi sebelum para priyayi itu menikah dengan orang yang sederajat dengannya. Namun, kisah Gadis Pantai berujung tragis karena ia diusir oleh Bendoro setelah melahirkan anak perempuannya.

Arus Balik

Arus Balik sebuah novel karya Pram yang menceritakan Nusantara di masa kejayaannya. Setelah jatuhnya kerajaan Majapahit (1478 M) membuat Nusantara harus menghadapi kenyataan yang terbalik. Pada zaman Majapahit, Nusantara merupakan kesatuan maritim dan kerajaan laut terbesar di dunia.

Namun, arus berbalik, utara menguasai selatan dan menguasai kehidupan Nusantara dan menimbulkan perpecahan. Hingga pada akhirnya Indonesia dan sekitarnya harus menerima kenyataan sekian abad lamanya telah dijajah.

Arok Dedes

menceritakan sejarah perlawanan dan pemberontakan Ken Arok terhadap pemerintahan akuwu Tumampel, Tunggul Ametung.

Dalam buku ini, Pram secara jelas mengungkap kondisi sosial politik pada masa itu. Novel ini mencoba memberikan suatu perspektif baru terhadap sejarah dengan menggambarkan Ken Arok bukan hanya seorang berandalan pemberontak ,seperti yang banyak dikatakan buku pelajaran sejarah, tetapi disini diceritakan bahwa Ken Arok adalah seorang pemimpin rakyat yang tidak puas dengan pemerintahan yang menindas. Novel ini juga menggambarkan kondisi pemberontakan yang terjadi di dalam suatu negara atau kerajaan yang sarat dengan intrik politik.

Bukan Pasar Malam

Roman ini mengisahkan tentang seorang pemuda revolusi yang kehidupan sehari-harinya memaksakan dirinya untuk melupakan jiwa aslinya sebagai pemuda revolusi. Berawal dari surat yang menyuruhnya untuk segera pulang kerumah dikarenakan ayahnya yang sedang sakit. Dalam perjalanan pulangnya itu, pergolakan batin mulai memenuhi hatinya. Tentang keadaan sekitar yang telah berubah, tentang kenangan-kenangannya dahulu, juga tentang bagaimana keadaan ayahnya yang sedang sakit.

Cerita dari Jakarta

oleh penulisnya diberi judul tambahan “Sekumpulan Karikatur Keadaan dan Manusianya”. Kisah-kisah ini terkumpul antara 1948–1956, suatu kurun waktu yang cukup dipadati pengalaman suram, malah sebaliknya banyak sekali muncul keadaan yang jauh dari segala harapan indah setelah berevolusi menegakkan kemerdekaan.

Cerita dari Jakarta menjadilah sebuah kritik sosial yang mengambil bentuk karikatural dalam oeuvre literer Pramoedya menggambarkan ­keadaan maupun manusia-manusianya.

Nah itulah 7 Karya Terbaik Pramoedya Ananta Toer sepanjang masa, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.