ARTIKEL

9 Puisi Romantis Fiersa Besari Yang Bikin Baper Banget !!

Puisi Romantis Fiersa Besari
Puisi Romantis Fiersa Besari

Mediamafy.com, 9 Puisi Romantis Fiersa Besari Yang Bikin Baper Banget !!Fiersa Besari merupakan penulis sekaligus penyanyi yang populer di kalangan generasi milennial dan Z. Tulisan serta lirik lagunya yang seakan mewakili kaum patah hati membuatnya dikenal banyak orang.

sebagai sosok generasi milenial artinya sudah tidak asing lagi dengan pemuda masa kini beliau adalah seorang musisi, penulis dan pemusik yang namanya melambung dalam beberapa tahun terakhir ini.

Beberapa judul buku yang telah diterbitkannya, antara lain adalah :
Garis Waktu (2016), Konspirasi Alam Semesta (2017), Catatan Juang (2017), Arah Langkah (2018), 11:11 (2018), Tapak Jejak (2019).

lahir di Bandung, pada 3 Maret 1984 (36 tahun). sepanjang perjalanan karirnya, ia telah menerbitkan 6 novel ternama. Selain penulis novel, ada juga beberapa puisi karya Fiersa Besari yang telah dipublikasikan secara umum.

Berikut 9 Puisi Romantis Fiersa Besari Yang Bikin Baper Banget !!

  1. Garis Waktu Karya Fiersa Besari.
"Pertama kau kenal orangnya, lalu kau kenal sahabatnya, lalu kau kenal keluarganya, lalu kau menjadi bagian dari hidupnya, indah…"
"Tak perlu menyeragamkan diri dengan kebanyakan orang. Tak perlu kekinian (karena yang kekinian akan alay pada waktunya). Tak perlu repot-repot menyamakan diri dengan orang lain. Kau diciptakan untuk menjadi unik. Sudah terlalu banyak orang yang sama seperti kebanyakan orang."
"Seseorang yang tepat tak selalu datang tepat waktu. Kadang ia datang setelah kau lelah disakiti oleh seseorang yang tidak tahu cara menghargaimu."
"Jatuh hati tidak pernah bisa memilih. Tuhan yang memilihkan. Kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonus."
"Lagi-lagi imajinasi menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu. Sementara realitas? Dalam realitas kita berdua hanyalah dua orang yang berlari. Aku sibuk mengejarmu, kau sibuk menghindariku. Oh, tenang. Aku tidak lelah. Justru, aku menikmati prosesnya."
"Lambat laun kusadari, beberapa rindu memang harus sembunyi-sembunyi. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa. Beberapa rasa memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk diutarakan, hanya untuk disyukuri keberadaannya."
"Biarlah "Apa kabar?" menjadi pengganti "Aku rindu"; "Jaga dirimu baik-baik" menjadi pengganti "Aku sayang kamu"; Tangannya menjadi pengganti tanganku untuk menuntumu. Pundaknya menjadi pengganti pundakku untukmu bersandar. Biarlah gemercik gerimis, carik senja, secangkir teh, dan bait lagu menjadi penggantimu."
"Aku tidak mahir mengejar, tapi aku tahu cara menunggumu. Aku tidak mahir berkata-kata, tapi aku tahu cara mendoakanmu. Aku tidak mahir memberi saran, tapi aku tahu cara mendengarkanmu. Aku tidak mahir melawak, tapi aku tahu cara membuatmu bahagia. Aku tidak mahir memimpin, tapi aku tahu cara menuntunmu. Aku tidak mahir untuk rela mati, tapi aku tahu cara hidup denganmu. Aku tidak tahu di mana ujung perjalanan ini, aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, selama aku mampu, mimpi-mimpi kita adalah prioritas."
  1. Quotes Sedih Fiersa Besari
Akan tiba saatnya kita temukan alasan paling tepat untuk berjuang. Jika telah tiba, genggam erat. Sesuatu yang istimewa takan datang dua kali.
Jika tidak bisa menghapus seseorang dari ingatanmu, mungkin memang ia digariskan untuk ada disana. Sudahlah, manusia akan melupa pada saatnya.
Untuk apa memajang foto kita berdua? Cita-citaku ingin fotomu ada di buku nikahku.
Takkan mulia kau menunggu permintaan maaf. Takkan hina kau meminta maaf terlebih dahulu.
Sahabat mencarimu ketika yang lain mencacimu. Mereka merangkulmu ketika yang lain memukulmu.
Menyayangimu sangatlah mudah, aku bisa melakukannya berulang kali tanpa pernah bosan. Yang sulit itu cara menunjukkannya.
Menaruh hati di atas ketidakpastian sikap sama saja dengan menaruh tangan di tangan seseorang yang sama sekali tidak ingin menggenggam.
Usia, jarak, waktu dan kelas sosial hanyalah angka bagi dua orang yang saling memperjuangkan satu sama lain.
Tidak perlu takut. Tunjukan saja warna-warnimu yang sesungguhnya. Bahkan lukisan terbaik sedunia pun mempunyai pembenci dan pengkritik.
Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.
Terkadang, pertemuan dan perpisahan terjadi terlalu cepat. Namun kenangan dan perasaan tinggal terlalu lama.
Dalam realitas kita berdua hanyalah dua orang yang berlari. Aku sibuk mengejarmu, kau sibuk menghindariku. Oh, tenang. Aku tidak lelah. Justru, aku menikmati prosesnya.
Aku mengalah. Aku mengalah karena aku percaya, kalau kau memang untukku, sejauh apapun kakimu membawamu lari, jalan yang kau tempuh hanya akan membawamu kembali padaku.
Tidak ada yang abadi, baik bahagia maupun luka. Suatu saat kita akan tiba di titik menertawakan rasa yang dulu sakit, atau menangisi rasa yang dulu indah.
Beberapa rasa memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk diutarakan, hanya untuk disyukuri keberadaannya.
Ketika kesetiaan menjadi barang mahal. Ketika kata maaf terlalu sulit untuk diucap. Ego siapa yang sedang kita beri makan?
Perasaan laksana hujan, tak pernah datang dengan maksud yang jahat. Keadaan dan waktulah yang membuat kita membenci kedatangannya.
Aku ingin kau rindukan, aku ingin kau kejar, aku ingin kau buatkan puisi. Lalu, aku akan bertingkah tak peduli, agar kau tahu rasanya jadi aku.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya. Kemudian satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu. Dan hatimu takan memberikan pilihan apapun kecuali jatuh cinta, biarpun logika terus berkata bahwa risiko dari jatuh cinta adalah terjerembab di dasar nestapa.
Beberapa orang berhenti menyapa bukan karena perasaannya berhenti, melainkan karena telah mencapai titik kesadaran untuk berhenti disakiti.
  1. Quotes Cinta Fiersa Besari
Dulu kita selalu mengucap kata sayang di penghujung malam. Kini, kita tidak lebih dari dua orang asing yang merindukan masa lalu secara diam-diam.
Jika mereka bertanya padaku apakah aku menyesal, jawabanku adalah tidak. Berhasil ataupun gagal, aku bangga hidup di atas keputusan yang kubuat sendiri.
Cinta bukan melepas tapi merelakan. Bukan memaksa tapi memperjuangkan. Bukan menyerah tapi mengikhlaskan. Bukan merantai tapi memberi sayap.
Ketika kau melakukan usaha mendekati cita-citamu, di waktu yang bersamaan cita-citamu juga sedang mendekatimu. Alam semesta bekerja seperti itu.
Seseorang yang tepat tak selalu datang tepat waktu. Kadang ia datang setelah kau lelah disakiti oleh seseorang yang tidak tahu cara menghargaimu.
Aku, biarlah seperti bumi. Menopang meski diinjak, memberi meski dihujani, diam meski dipanasi. Sampai kau sadar, jika aku hancur kau juga.
  1. Quotes Kehidupan Fiersa Besari
Pada waktunya, dunia hanya perlu tahu kalau kita hebat. Kebahagiaan tidak membutuhkan penilaian orang lain.
Tangannya menjadi pengganti tanganku untuk menuntunmu' Pundaknya menjadi pengganti pundakku untukmu bersandar. Biarlah gemercik gerimis, carik senja, secangkir teh, dan bait lagu menjadi penggantimu.
Aku diam, bukan berarti tak memperhatikan.
Aku tidak tahu cara membencimu dengan baik dan benar, seperti kau tidak tahu cara menyayangiku dengan baik dan benar.
  1. Quotes Romantis Fiersa Besari
Bukankah hidup ini sebetulnya mudah? Jika rindu, datangi. Jika tidak senang, ungkapkan. Jika cemburu, tekankan. Jika lapar, makan. Jika mulas, buang air. Jika salah, betulkan. Jika suka, nyatakan. Jika sayang, tunjukkan. Manusianya yang sering kali mempersulit segala sesuatu. Ego mencegah seseorang mengucap "Aku membutuhkanmu,"
Jika saatnya tiba, sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu akan menjadi temu, kau dan aku akan menjadi kita.
Beberapa rindu memang harus sembunyi-sembunyi. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa.
Aku tidak tahu dimana ujung perjalanan ini, aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, selama aku mampu, mimpi-mimpi kita adalah prioritas.
Jatuh hati tidak pernah bisa memilih. Tuhan memilihkan. Kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonus.
  1. Puisi Penuh Makna Fiersa Besari

Salahkah Melangkah

Ledakan amarah di mana-mana,
di dunia nyata dan dunia maya,
Membenci demi sesuatu yang suci,
Menghina yang seharusnya dibina…

Anak kecil meniru-niru kita,
Dengan bangga memainkan senjata,
Mereka bertanya “dimana Bapak?”,
Mati demi membela entah apa…

Kita manusia,
darah kita merah,
sesungguhnya,
tak banyak yang berbeda…

Sementara remaja mengejar gengsi,
Sibuk ber-selfie demi eksiatensi,
Kepedulian hanyalah sedangkal like dan komen,
di media sosial…

Buku dibiarkan,
amal ditinggalkan,
Kebohongan disebarluaskan…

Harus separah apa luka Dan Air Mata,
Agar kau lihat ada yang salah dengan kita?,
Semestinya merangkul bukan saling memukul,
Semestinya memeluk bukan saling menusuk…

Warna kulit berbeda,
Keyakinan berbeda,
Memang kenapa? Memang kenapa?
Kita saudara…

  1. Puisi Fiersa Besari ~ Tanpa Mula, Tanpa Akhir

Aku senang wangimu Yang tertinggal,
Di sela kalimat manis yang berpenggal-penggal,
Di antara reruntuhan kenangan yang membatu,
Wangimu, sayangku,adalah sebuah mesin waktu…

Aku suka matamu yang coklat penuh hasrat,
Membuat melangkah pergi darimu terasa sangat berat,
Dengan mata itu kau memandang alam semesta,
Dengan mata itu pula kau menjadikanku tak mampu berkata apa-apa…

Aku benci senyummu yang dipenuhi zat adiktif,
Sampai aku tak tahu lagi mana yang fakta, mana yang fiktif,
Senyum seindah senja itu tak pernah gagal membuatku gelagapan,
Membias jingga sebelum akhirnya menggiringku kekegelapan…

Aku rindu sosokmu yang memberitahu aku bahwa Cinta terpendam,
Adalah bahasa keheningan dengan hati yang saling menggenggam,
Jadi, Apakah salah jika selalu namamu Yang terukir?
Meski rasa ini tanpa nama,tanpa sebab, tanpa mula, tanpa akhir?

  1. Puisi Ibu Fiersa Besari

Engkau adalah ruang tam,
di mana segala tentangmu kubanggakan pada dunia,
Engkau adalah atap,
yang melindungi bumi dari hujan dan terik…

Engkau adalah pekarangan,
yang tak membiarkan jahatnya dunia luar memburuku,
Tanpa terlebih dahulu melewatimu…

Engkau adalah kamar,
tidur tempat aku merebah lelah,
Engkau bahkan tidak protes jika harus menjadi toilet,
tempatku memuntahkan keluh dan kesah…

Engkau bahkan tetap tersenyum jika harus menjadi garasi,
Tempat uap kemarahanku,
Menjadi karbon yang mematikan…

Ibu, engkau adalah rumah,
Tanpamu,
Aku tunawisma,
tanpa tempat pulang…

  1. Puisi Fiersa Besari “Perantauan”

Teruntuk Ibuku sayang,
Maaf, aku belum bisa pulang,
Mengadu nasib di negeri orang,
Kerap bergadang demi peluang…

Iya, aku masih ingat kau pernah bilang bahwa,
yang terpenting bukanlah uang,
Namun,
aku tak ingin hari tuamu serba kurang,
Hanya karena aku tidak cukup keras berjuang.

Bertanding kasih denganmu,
Aku takkan menang,
karena demi aku,
maut pun rela kau tantang…

Tapi Ibu,
izinkan anakmu membanting tulang,
Seberes urusan,
aku akan secepatnya datang…

Karena di punggung tanganmu yang tenang,
adalah tempat keningku berpulang,
Dan jemaah denganmu kala sembahyang,
adalah kebahagiaan yang tak pernah Lekang…

Nah itulah9 Puisi Romantis Fiersa Besari Yang Bikin Baper !! mungkin salah satunya adalah kisah mu.. itu merupakan karya sebagian dari sekian banyak karya dari Fiersa Besari , jangan lupa membeli buku-buku karyanya yang sangat mengagumkan.

tetap semangat dan jaga kesehatan ya.
semoga bermanfaat.

Posting terkait
ARTIKELNEWS

Tren Pemasaran Influencer Di Tahun 2022

Pemasaran Influencer Mediamafy.com, Tren Pemasaran Influencer Di Tahun 2022 – Setelah…
Baca lebih lajut
ARTIKEL

Contoh Surat Permohonan Bibit Yang Baik Dan Benar Tahun 2022

Contoh Surat Permohonan Bibit Mediamafy.com, Contoh Surat Permohonan Bibit Yang Baik Dan Benar…
Baca lebih lajut
ARTIKEL

Ibu Wajib Tau, Akibat Anak Kecanduan Hp !!

Ibu Wajib Tau, Akibat Anak Kecanduan Hp !! Mediamafy.com– Ibu Wajib Tau, Akibat Anak…
Baca lebih lajut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.